Skip to main content

Posts

Pernah Lihat Wanita Bercadar Makan di Warung? Caranya Begini?

Malam ini makan di luar lagi. Lha kenapa? Apa sedang marahan sama istri terus tidak dimasakin? Jawabnya "enggak." Kebetulan sedang merayakan sesuatu dengan istri. "Makan apa, Yah?" Tanya istri. "lha kamu pengen apa?" meluk istri dari belakang. "Ditanya kok malah nanya balik?" "Pengen apa, penyetan? Atau Kwe tiaw Cak Maman?" Sambil menggoda, colek colek pipi. "Cak maman boleh, deh" "Cak Maman bosen ding. Kalau Warung Nasgor deket alfamaret, mau?" " Enak gak? Nek gak enak tak dendo!"  Njiwit perut. "Whuuuueeeeenak.. Whuuuenak! Sediyeeep.."  Sengaja sambil nyembur nyembur dikit supaya meyakinkan. Langsung starter PAJERO NO 2. Sampai di Nasgor JackKosem, saya langsung pesen Kwe tiaw goreng dan mie goreng, pedesnya sedengan. Selang 10 menit dihidangkan, piring langsung bersih walaupun agak kasinan. Kemudian datang 3 wanita bercadar hitam dan duduk di meja sebelah kanan. Saya penasaran...

Menari Dalam Hangatnya Air Hujan - Tlatar

:. Di Kolam lebih hangat Minggu sore rencana renang, tapi cuaca hujan deras. Tidak ada yang berani masuk ke kolam, hanya ban hitam yang nekat mengapung hujan-hujanan di tengah kolam. Manusia-manusia mencari kehangatan yang dingin di ruang ganti atau meninggu hujan sedikit reda. Bagaimana ini? Sudah jauh-jauh ke tlatar tapi malah hujan deras. Menunggu hujan reda mungkin keburu gelap, kolam ditutup. Rugi kalau tidak renang. Akhirnya Saya nyemplung ke kolam ditemani hujan. Airnya gak dingin seperti yang dibayangkan kok. Malah lebih dingin jika meringkuk diam di sudut kolam menunggu hujan reda. Kemudian ada 2 orang menyusul, 3, dan akhirnya ada 6 orang berenang dalam hujan. Awas, geledek. A post shared by Slamet Riyadi (@slamsr) on Feb 13, 2018 at 3:55am PST Haiii.... balik lagi ke 100 kata yak. Awalnya pengen 1 post/hari, tapi kok ya keteter. Oke, Saya coba mulai lagi. Pada nyimak laporan cuaca akhir-akhir ini gak? Khusunya di wilayah Semarang dan Boyolali. Hujan turun ha...

Lari di GOR Pandanaran Wujil - Mulai dari Nol ya

Kemarin sore saya pulang kerja gasik yang berarti tidak lembur. Niat hati ingin renang di Kolam Renang UNNES yang buka sampai malam di hari rabu. Tetapi, cuaca sedang mendung dan angin juga dingin semribit. Bisa-bisa malah mering jika main air. Jadi saya memilih cari keringat dengan lari-lari saja di Stadion Pandanaran - Wujil yang dekat kantor. "Semoga gerbangnya dibuka" Batin saya. Alhamdulilah buka. Nampaknya GOR Pandanaran sedang ramai, sedang ada perlombaan volly tingkat SMP. Area pinggir kolam jadi sesak dengan tenda penjual jajanan, tapi gak jadi masalah karena langit lumayan cerah. Sesekali sorot hangat matahari menembus balik awan mendung dari atas Gunung Ungaran. GOR Pandanaran yang menelan biaya revitalisasi hampir 4.5triliun ini memiliki kolam berbentuk segitiga dengan keliling sekitar 250 meter. Aspalnya mulai gogrok bercampur pasir dan tanah, tapi masih layak untuk jogging. Sore itu, saya tidak lari sendirian, ada 5 orang yang juga jogging sore-sore. Ada...

Mitos Sial Ketiban Tai Cicak

Sial adalah ketika ketiban tai cicak. Tetapi, pernah merasa gak, bahwa cicak itu nelek hanya di sudut-sudut tertentu di dalam rumah? Begini kejadiannya; Suatu malam ketika sedang rapat RT di rumah tetangga. Tidak ada hujan dan angin, tiba-tiba mak tlepok ada yang jatuh di kepala, nyangkut di rambut yang kebetulan tidak pakai peci. "Wah ... gembus! tai cicak nih!" Dari suaranya yang tidak keras dan ada sedikit basah dingin, 90% saya menebak ini tai cicak. Sialnya, sudah tahu itu tai cicak, tapi kenapa masih saya pegang dan sempat saya baui. "nah tenan tho, tai cicak" . Sialnya di situ, sudah tahu tai cicak tapi kenapa masih diambu! Tapi kebiasaan itu bukan hanya sendiri, 80% orang yang saya tanyai bilang juga melakukan hal yang sama dengan saya. Kamu begitu juga gak? Nah, untuk meminimalisir dan menghindari sial kejatuhan tai cicak , terutama di rumah yang belum ada plavonnya, sebaiknya tidak duduk atau berada di bawah bubungan, kuda-kuda, gording dan p...

Kulhu, Membaca Surat Al Ikhlas

Saya pernah menonton salah satu ceramah Ustad Anwar Zahid di youtube. Dalam ceramahnya terselip candaan tentang imam yang lupa bacaan surat yang sangat sangat panjang. 3 kali imam tersebut mencoba mengingat-ingat kelanjutan bacaan suratnya, namun 3 kali terhenti. Lalu dari belakang ada anak kecil yang menyahut "Kulhu wae lek, suwen" . dan semua pendengar ceramah ikut tertawa, termasuk saya yang nonton lewat hape layar 5in. Ketika sholat berjamaah di mushola rumah mertua pun juga ada ada Imam yang salah dalam urutan sholat. Jamaah hendak mengingatkan jika ada yang salah dengan mengucap  "Subhanallah....".  Namun yang mengucapkan "Subhanallah" adalah sekitar 70% dari jamaah. Dan sholat pun dilanjutkan. Rasanya ada yang kurang pas/benar ya? Iya, cara mengingatkan imam di atas, tidak benar. Yang mengingatkan cukup satu saja, yaitu orang yang di belakang imam dan yang di belakang imam sebaiknya adalah “cadangan” imam. Kalau ramai-ramai membenarkan, kadang...

Liburan Panjang, Renang di Siwarak?

Badan ini kegatelan karena 2 minggu tidak berenang. Rasanya pegel dan pengen nyelupin kepala di dasar kolam yang airnya dingin.  Bukan karena males sih, hanya saja sedang terapi punggung. "Olahragane leren sik yaké mas, 3 hari" kata dukun pijat, tepat di hari sabtu 2 minggu kemarin. Saya iyakan saja, supaya baikan dengan tidak olahraga berenang dan lari selama 1 minggu dan berlanjut sampai 2 minggu. Badan rasanya sudah pegel pegel tidak olahraga selama itu. Akhirnya... Tidak tertahankan lagi. Mumpung lagi liburann panjang, mertua, istri, dan anak semua ada di rumah semua, tetapi tidak bisa diajak berenang karena sedang kena wabah gatel-gatel. Dalam hati sebenarnya pengen ngajak Fatih renang, tapi paling juga tidak mau nyemplung . Masih gatal-gatal juga. Jadi saya berangkat renang sendiri. Sekitar pukul 7 pagi saya sampai di Siwarak Ungaran. Suasana belum begitu ramai, parkiran luar masih 2 baris, petugas karcis pun belum memberikan bukti karcis tiket masuk, kolam 2.5...

Kisah Ibu dan Anak Yang Terusir

Nak, ibu tahu kita ini cuma numpang, tidak punya hubungan keluarga, tidak mempunyai hak untuk tinggal dan akan menyusahkan sang pemilik rumah. Namun, di malam hari yang hujan dan dingin begini, kemana kita harus berteduh? Sedangkan kamu terus merengek kedinginan. Ibu bingung, nak. Ayahmu itu brengsek, tahunya cuma bikin anak, tidak mau bertanggung jawab. Bukanya merawat kamu dan menjaga ibumu ini setelah melahirkan, tetapi dia malah kelayapan dengan wanita lain. Wanita pemilik rumah ini sungguh membenci kita, nak. Dalam kondisi seperti ini dia terus menjahati kita, berteriak-teriak tidak menyukai kita. Apa dia tidak ingat bagaimana rasa sakitnya melahahirkan? Dalam kondisi yang rapuh seperti ini, kita diusir dan Ibu tak tahu harus ke mana. Ibu makin bingung, ketakutan dan hanya bisa memeluk erat tubuhmu yang mungil. Kita masih beruntung, laki-laki pemilik rumah ini masih bebaik hati, tidak semena-mena langsung mengusir dan menendang kita. Sebenarnya dia ingin kita tetap tinggal...