Skip to main content

Posts

Mau Masak Nasi Goreng atau Bakar Warung?

"Mas, ini mau masak nasi goreng atau mau bakar warung?” Batin saya ketika menyaksikan cara masak Mas Jhon sang pria gempal berjenggot tajam. Kayanya masnya bekas pesulap atau pemain debus, itu cipratan api hampir menjilat mbun mbunan kepalanya.

Salah satu warung nasi goreng di Alun Alun Bung Karno ini masaknya lebay, kebanyakan gaya, tapi cukup menghibur. Api meluber dari wajan sampai menyembur seperti fire gun tentara Nazi. Katanya ini bukanlah sulap, melainkan efek dari kuah kaldu dan minyak yang bersentuhan dengan api. Jadi teringat dengan adegan cafe bar bar dari Purowodadi yang lempar panci, wajan, lempar kompor, lempar solet. LHOSSSS!

Lalu bagaimana rasanya setelah dibumbui efek jurus ninja semburan api ini? Ada yang spesial?

Egak tahu, saya cuma lewat nyari ketela goreng.
Yang dimasak juga bukan nasi goreng, tetapi bakmi godog.

Recent posts

Test Kesehatan Paling Mudah & Murah

Ngomongin tes kesehatan, kamu type orang yang seperti apa?

Type 1:Give me test, I Like Test. Test apapun dijabanin, yakin kalau sehat, sakit pun gak takut. Termasuk test tingkat kegilaan.

Type 2: Pilih test  dan tau di awal kalau sakit dan jadi kepikiran penyakitnya lalu usaha untuk sembuh mati matian, atau

Type 3: Takut test, tidak mau test, supaya tidak tau sakit apa saja dan tidak kepikiran. Tau tau stadium 4 dan lanjut, sekarat aja!

Sekarat gembusmu! Iya kalau sekaratnya langsung meninggal, lha kalau sakit terus nyusahin orang lain di rumah bertahun tahun?

Lalu Indikasi kamu sehat atau sakit itu gimana?

Hmmm... coba test berikut, walaupun agak sedikit nyleneh nih, tapi masuk akal juga. Tidak perlu test test ke dokter atau laboratorium yang mahalnya kadang di atas akal. Mihil!

Indikator SEHAT paling mudah:
Walaupun hanya makan nasi anget dicocol sambel bawang dan ngremus krupuk, tapi masih terasa lezat, berarti kamu SEHAT!

Indikator Kamu SAKIT!
Kalau kamu tidak doyan makan, Indomie …

Kesurupan Hantu Wanita dan Cara Mengobatinya

"HIHIHI..." Wanita yang tadinya tidur diam persis orang mati tiba-tiba ketawa mirip kuntilanak.

"KMPRT BJRUT!!!" Sontak saya kaget! mencolot satu langkah ke belakang sambil megang isi dada yang hendak njepat. Saya yang tadinya penasaran memilih mundur cari aman.

Begini ceritanya:

Hari jumat kemarin kantor mendadak heboh karena ada kesurupan masal. Ada 3 orang yang terindikasi dirasuki setan karyawan wanita yang dulu meninggal karena kecelakaan.

Korban terakhir terpaksa didorong ke klinik dengan troli karena begitu beratnya, saya perkirakan  beratnya lebih dari 80kilo (semoga tidak dianggap bodyshaming). Jika dibopong atau digendong bisa bikin tulang punggung retak walaupun diangkat rombongan. Saya yakin 4 orang yang tadi mbopong, urat dan ototnya sudah ngilu.

Suasana klinik medadak jadi singup, horor dan kelam. Ada 3 wanita yang sedang berontak kerasukan dan mencoba ditenangkan oleh teman dan karyawan lain dengan cara dipegangi kakinya, badan dan kepalanya supaya te…

Arti Sebuah Foto Lawas dan Berjamur

Bapak dan Ibu nampak tersenyum bahagia duduk berdua di kursi. "Bapak, Ibu, ngapurane rumahnya belum rapi" Saya usap kaca yang berdebu tipis dengan telapak tangan sambil membayangkan suasana foto tersebut diambil, di Hari Idul Fitri. "Nanti kalau temboknya sudah selesai dicat, foto njenengan saya pasang lagi nggih?" Foto dan pigura saya kembalikan lagi ke rak almari

Tidak sengaja Saya melihat foto kenangan yang lain di rak, foto ketika masih SD. "Bentukku pas cilikan kok elek men ya?" dengan posisi kaki ngeweh,  memakai peci putih dan setelan baju koko warna krem dan sandal lili warna coklat yang sering bikin kepleset kalau basah. Waktu itu Kakak perempuanku sedang acara wisuda di TPQ, ada Bapak dan Ibu yang ikut serta dalam foto itu.

Terus kapan Saya wisuda? hihihi hanya impian saja, Saya malah sering bolos ngaji, main ke rumah teman dan nonton film kartun transformers. Kalau Sandi baca ini, pasti ngekek.

Saya jadi kangen masa-masa duduk berdua bersama I…

Kata-kata Motivasi Paling Ampuh

"Halah, paling ora suwe!"(halah, paling tidak lama)

Istri saya mengatakan kalimat tersebut ketika saya memulai calisthenics. Mendengar kata tersebut, saya hanya tersenyum, menaikkan bibir sebelah "hah, delok wae! (hah. lihat saja)" Mendengar kata pesimis dan meremehkan tersebut, saya tidak lantas patah semangat, malah membuat saya termotivasi dan ingin membuktikan, saya bisa.

1 bulan yang berat, 3 bulan perjuangan, dan kini sudah hampir 10 bulan saya masih konsisten latihan fisik. Jadi pengen bilang "Piye, kurang suwe?" 

Sialnya, kenapa dulu tidak bilang "Nek bisa konsisten 3 bulan, taruhan apa? sepatu running, beli kamera atau free pass naik gunung kapan saja ya?" Sebenarnya saya memang sudah ada niat dan goal yang ingin dicapai, eh malah ditambah kata motivasi "halah, paling ora suwe" jadi makin mudah dan semangat menjalani.

Sifat orang memang berbeda-beda, ada yang dibombong, eh kata yang tepat apa ya? diremehkan seperti "kamu …

Basketball Legend, Bukan Kakek Legend

"Wih legend basket UNNES teko!" Rupanya ada teman lawas yang  masih mengenali jidat lebar dan batang hidung saya yang sedikit mancung.

Saya kira sudah pada pangling saking lamanya tidak ikut main basket. 4 tahun sudah saya bungkus rapat sepatu basket dalam kardus karena cedera angkel kiri dan ganti haluan dengan memakai sepatu lari saja.

"Wih legend basket UNNES teko!"

"hallo, piye kabare? jik rajin wae" Saya salami satu per satu sambil nyengir senang sekaligus kesel, DAMN!... ngece alus iki jenenge. Gak sekalian disebut veteran atau uzur gitu?

Sore itu saya gembira, bisa bertemu dengan kawan dan saudara di lapangan basket yang sudah tidak muda, 30an lebih, tapi masih kuat dan rajin main basket. Sore itu juga pertama kalinya saya main satu lapangan full setelah 4 tahun tak mengelus bola basket.


"Yok main, legend basket porak!" tahu saja kalau saya lagi pengen main bakset.

Dalam satu set game kejar-kejaran 10 poin selama hampir 20 menit jual beli b…

Kecocok Mbelek

“AAYAAAAAAHHHH….” Bocah penggemar susu SGM ini selalu lari ke depan pintu dan berteriak sambil senyum setiap saya tiba menjemputnya. Sepertinya sudah hafal suara upluk-upluk motor milik ayahnya.

“Dalem, nak” Tapi sore itu saya tidak langsung memberikan tangan untuk cium tangan, saya malah asik mengincar buah berry/besaran yang ada di depan rumah, banyak yang sudah hitam, rasanya pasti manis, tapi lebih suka yang ada merahnya, manis kecut.

Saat asik metik berry “Yaaah… Bopong yah” Duh, anak ini ngelendoti, nggandul di kaki kiri minta di gendong depan.

“Hayoo pake sendalnya dulu, nanti kecocok sakit lho!” Anak ini hobi banget nyeker, tapi kata yang dia lontarkan bikin ketawa.

“Kecocok mbelek, yaaaah?”

#YHAAAA... Sejak kepan tai ayam selancip itu, nak? Atau ayam ayam milih Ibumu hobi debus, makan beling?

#YHAAAA... Buah berry mocar macir, biarin lah... ayo sini ayah bopong!

You made my day, boy!