Skip to main content

Deklarasi Hari Minggu sebagai Hari Olahraga Nasional


Mari kita deklarasikan hari minggu sebagai hari olahraga internasional! SETUJU?
yang setuju angkat jari telunjuk yang kanan ke atas!

Oke oke, Hari Olahraga Nasional sebenarnya sudah ada dan diperingati setiap tanggal 9 September. Coba saya lahirnya telat 1 hari, mungkin namanya bukan Slamet Riyadi, tapi Slamet PON, atau Slamet Hornas. Duh nggambus! Tapi boleh lah hari minggu dipercayai sebagai hari olahraga nasional, tentunya selain dijadikan hari umbah-umbah sedunia dan hari mbabu sedunia. Setidaknya bagi yang punya keyakinan sama seperti saya.

Kenapa hari minggu?

Karena di hari minggu banyak spesies manusia melakukan kegiatan fisik di tempat olahraga, baik dilakukan berkelompok seperti main basket, sepakbola, voli dan senam masal bareng tante-tante. Bisa juga dilakukan seorang diri, contohnya adalah olahraga lari, renang, umbah-umbah dimasukin juga gapapa lah! Sedangkan ada type manusia yang sangat tabah dan kuat, walaupun berolahraga di tengah keramaian, sebenarnya dia berolahraga sendirian, contonya orang yang lari sendiri di tengah keramaian orang berlari di track lari di minggu pagi yang hangatnya nylentep.

Baca Juga : Calisthenics, tidak ada Roti Sobek Instan

Oke, abaikan saja celotehan saya di atas. Sebenarnya pengen pamer video di bawah ini bagi para nubie yang senasib seperti saya yang mulai mencoba calisthenics. Gandulan itu berat, JENDERAL!
Emangnya seberat apa kok sampai lapor jenderal? coba deh pull-up 6x3 ditambah dips 10x3, itu aja, dan bakal tahu beratnya seperti apa.



Okelah, walaupun nggambus. Boleh kok ninggal jejak di kolom komentar.

100KATA
@SLAMSR
OKT2018

Comments

  1. Kalo ada cara ngecilin lengan bahu, kasi tau yaa..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Push up, langsung dapet dua duanya. bahu dan lengan.
      bisa juga mainan dumbell.

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Mau Masak Nasi Goreng atau Bakar Warung?

"Mas, ini mau masak nasi goreng atau mau bakar warung?” Batin saya ketika menyaksikan cara masak Mas Jhon sang pria gempal berjenggot tajam. Kayanya masnya bekas pesulap atau pemain debus, itu cipratan api hampir menjilat mbun mbunan kepalanya. Salah satu warung nasi goreng di Alun Alun Bung Karno ini masaknya lebay, kebanyakan gaya, tapi cukup menghibur. Api meluber dari wajan sampai menyembur seperti fire gun tentara Nazi. Katanya ini bukanlah sulap, melainkan efek dari kuah kaldu dan minyak yang bersentuhan dengan api. Jadi teringat dengan adegan cafe bar bar dari Purowodadi yang lempar panci, wajan, lempar kompor, lempar solet. LHOSSSS! Lalu bagaimana rasanya setelah dibumbui efek jurus ninja semburan api ini? Ada yang spesial? Egak tahu, saya cuma lewat nyari ketela goreng. Yang dimasak juga bukan nasi goreng, tetapi bakmi godog.

Kesurupan Hantu Wanita dan Cara Mengobatinya

"HIHIHI..." Wanita yang tadinya tidur diam persis orang mati tiba-tiba ketawa mirip kuntilanak. "KMPRT BJRUT!!!" Sontak saya kaget! mencolot satu langkah ke belakang sambil megang isi dada yang hendak njepat . Saya yang tadinya penasaran memilih mundur cari aman. Begini ceritanya: Hari jumat kemarin kantor mendadak heboh karena ada kesurupan masal. Ada 3 orang yang terindikasi dirasuki setan karyawan wanita yang dulu meninggal karena kecelakaan. Korban terakhir terpaksa didorong ke klinik dengan troli karena begitu beratnya, saya perkirakan  beratnya lebih dari 80kilo (semoga tidak dianggap bodyshaming). Jika dibopong atau digendong bisa bikin tulang punggung retak walaupun diangkat rombongan. Saya yakin 4 orang yang tadi mbopong, urat dan ototnya sudah ngilu. Suasana klinik medadak jadi singup, horor dan kelam. Ada 3 wanita yang sedang berontak kerasukan dan mencoba ditenangkan oleh teman dan karyawan lain dengan cara dipegangi kakinya, badan dan kepala

Lari di GOR Pandanaran Wujil - Mulai dari Nol ya

Kemarin sore saya pulang kerja gasik yang berarti tidak lembur. Niat hati ingin renang di Kolam Renang UNNES yang buka sampai malam di hari rabu. Tetapi, cuaca sedang mendung dan angin juga dingin semribit. Bisa-bisa malah mering jika main air. Jadi saya memilih cari keringat dengan lari-lari saja di Stadion Pandanaran - Wujil yang dekat kantor. "Semoga gerbangnya dibuka" Batin saya. Alhamdulilah buka. Nampaknya GOR Pandanaran sedang ramai, sedang ada perlombaan volly tingkat SMP. Area pinggir kolam jadi sesak dengan tenda penjual jajanan, tapi gak jadi masalah karena langit lumayan cerah. Sesekali sorot hangat matahari menembus balik awan mendung dari atas Gunung Ungaran. GOR Pandanaran yang menelan biaya revitalisasi hampir 4.5triliun ini memiliki kolam berbentuk segitiga dengan keliling sekitar 250 meter. Aspalnya mulai gogrok bercampur pasir dan tanah, tapi masih layak untuk jogging. Sore itu, saya tidak lari sendirian, ada 5 orang yang juga jogging sore-sore. Ada