Skip to main content

Destination host unreachable


“Mas, komputerku internetnya mati, tolong sini” Pesan di whatsapp dari teman kantor yang dulu pernah jadi gebetan.

“ok, aku meluncur ke TKP. Cepat, lebih cepat dari memasang connector RJ45, dan lebih cepat daripada membuat akun email”

“Karepmu, mas!”

Aku lihat layar monitor, ada tanda seru warna kuning di icon networknya. Sent ada angka 7.562 Bytes sedangkan Received 0 Bytes. Apakah ada IP Addres yang conflict? atau mungkin seseorang memakai IP yang sama.

Aku ganti IP 192.168.30.45 menjadi 192.168.30.78 setelah aku ping menunjukan Destination host unreachable , itu pertanda tidak ada yang memakai IP tersebut. Tapi kenapa setelah aku ganti IP-nya, masih saja ada tanda seru kuning? Damn!

Aku test cara lain dengan menyambungkan pada kabel lain yang masih dalam satu jaringan. Hasilnya nihil, tetap ada tanda seru warna kuning di icon networknya.

“LAN cardnya rusak nih, sementara pakai Wifi dulu ya” Solusi sementara dari saya, sekaligus sebagai obat penenang supaya adem, tidak diributi errar error mulu.

“Sinyal Wifinya timbul tenggelam gitu kok”

“gak papa, siapa tahu nanti ada pasang atau tsunami, sinyalnya bisa full”

“karepmu, mas!”

Selang 10 menit, ada 2 orang user lain yang melaporkan kalau internetnya mati juga. Owh, jadi begitu! Ini bukan masalah LAN card rusak, namun kabel putus. Pasti! Pasti pelakunya dia, tidak salah lagi. Dasar tikus nakal!


@slamsr
Slamet Riyadi
20171011

Comments

Popular posts from this blog

Kisah Ibu dan Anak Yang Terusir

Nak, ibu tahu kita ini cuma numpang, tidak punya hubungan keluarga, tidak mempunyai hak untuk tinggal dan akan menyusahkan sang pemilik rumah. Namun, di malam hari yang hujan dan dingin begini, kemana kita harus berteduh? Sedangkan kamu terus merengek kedinginan. Ibu bingung, nak. Ayahmu itu brengsek, tahunya cuma bikin anak, tidak mau bertanggung jawab. Bukanya merawat kamu dan menjaga ibumu ini setelah melahirkan, tetapi dia malah kelayapan dengan wanita lain. Wanita pemilik rumah ini sungguh membenci kita, nak. Dalam kondisi seperti ini dia terus menjahati kita, berteriak-teriak tidak menyukai kita. Apa dia tidak ingat bagaimana rasa sakitnya melahahirkan? Dalam kondisi yang rapuh seperti ini, kita diusir dan Ibu tak tahu harus ke mana. Ibu makin bingung, ketakutan dan hanya bisa memeluk erat tubuhmu yang mungil. Kita masih beruntung, laki-laki pemilik rumah ini masih bebaik hati, tidak semena-mena langsung mengusir dan menendang kita. Sebenarnya dia ingin kita tetap tinggal...

Mau Masak Nasi Goreng atau Bakar Warung?

"Mas, ini mau masak nasi goreng atau mau bakar warung?” Batin saya ketika menyaksikan cara masak Mas Jhon sang pria gempal berjenggot tajam. Kayanya masnya bekas pesulap atau pemain debus, itu cipratan api hampir menjilat mbun mbunan kepalanya. Salah satu warung nasi goreng di Alun Alun Bung Karno ini masaknya lebay, kebanyakan gaya, tapi cukup menghibur. Api meluber dari wajan sampai menyembur seperti fire gun tentara Nazi. Katanya ini bukanlah sulap, melainkan efek dari kuah kaldu dan minyak yang bersentuhan dengan api. Jadi teringat dengan adegan cafe bar bar dari Purowodadi yang lempar panci, wajan, lempar kompor, lempar solet. LHOSSSS! Lalu bagaimana rasanya setelah dibumbui efek jurus ninja semburan api ini? Ada yang spesial? Egak tahu, saya cuma lewat nyari ketela goreng. Yang dimasak juga bukan nasi goreng, tetapi bakmi godog.

Sing Penting Masuk!

Jangan panggil aku anak kecil, paman! eh... jangan anggap saya lemah dengan mengatakan "sing penting masuk" . Dalam permainan bola voli, hanya servis lah yang merupakan  permainan individu, permainan mencetak angka seorang diri tanpa dibantu tim, dan satu-satunya serangan yang tak akan terhalang tembok. Maka dari itu jangan biarkan lawan menerima bola dengan mudah. Soo jangan bilang "sing penting masuk!" itu meremehkan kita. Bagi pemula, yang dipikirkan memang servis masuk atau tidak, tapi sekarang kita harus memikirkan kemana akan mengarahkan servisnya ke titik lemah lawan, di situ kita hajar! Tapi ada kalanya tidak ingin malu (servis bawah aja gak sampai atau melenceng) atau tidak ingin membuat kesalahan (nyangkut net atau keluar garis) sehingga memberi keuntungan dan angka kepada lawan sehingga membuat servis lemah kurang maksimal. Wis lah cari aman saja, sing penting masuk.