Waktu kecil (seperempat abad yang lalu) saya hobi berenang bersama Anggo, Angga, Anton, Awang, Taufik di sungai sehabis sekolah atau ketika mancing. Dalam bahasa Jawa disebut "Jeguran" - biasa dilakukan di sungai, pleret, bendungan atau pintu air, terutama yang dalam, dan yang penting FREE alias gak usah bayar. Keriput keriput deh itu kulit. Nyambung dengan topik kencing di kolam renang, sebenarnya tidak ada yang membenarkan untuk kencing sembarangan, takut nanti ada yang nggondeli atau nempel pas pulang. If you know what I mean . Tapi di sini (sungai) bebas kecing kapan saja dan di mana saja karena airnya tidak bening-bening amat dan mengalir, jadi kalau kencing pun tidak kelihatan. Langsung kinthir ke hilir. Faktor utamanya karena tidak ada toilet umum dan satu lagi, faktor pemakluman "ijik cilik" jadi bebas. Jadi, logikanya (sebagian orang) di sungai yang gratis saja dimaklumi, Jadi kalau di kolam renang umum dan bayar tiket, harusnya bebas kencing di m...